Sistem Pendidikan

Program pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran UNSWAGATI CIREBON disusun mengacu kepada visi dan misi FK UNSWAGATI CIREBON serta Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI), untuk menghasilkan lulusan dokter yang memiliki pengetahuan kompetitif, berakhlak karimah dan keterampilan yang profesional. Program pendidikan menggunakan sistem integrasi, dengan pendekatan Belajar Berdasar Masalah (Problem Based Learning). Sistem integrasi merupakan inovasi sistem pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu-ilmu kedokteran baik secara horisontal (diantara ilmu kedokteran dasar) maupun secara vertikal (antara ilmu kedokteran dasar dan klinik).

Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu metode pendekatan belajar, yang sesuai dengan filosofi pembelajaran untuk orang dewasa (adult learner). Dalam metode ini, peserta didik dihadapkan pada masalah-masalah kedokteran/kesehatan, sebagai pemacu (trigger) bagi mereka untuk belajar lebih lanjut. Dalam menghadapi masalah tersebut, diharapkan mahasiswa mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu kedokteran untuk memperoleh pemahaman yang utuh terhadap masalah yang diberikan. Konsep integrasi dengan pendekatan PBL sesuai dengan paradigma baru pendidikan kedokteran yakni SPICES (Student centered, Problem based learning, Integrated curriculum, Community based, Early clinical exposure dan Systematic). Dengan demikian, diharapkan mahasiswa mampu belajar mandiri dan sistematis, dalam suatu kerangka pemahaman yang terintegrasi, dan berdasar pada masalah yang umum timbul dalam masyarakat.

2) Kurikulum

Kurikulum Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon tersebar dalam blok, mata kuliah wajib, mata kuliah non blok dan karya tulis ilmiah (KTI). Jumlah SKS yang harus ditempuh untuk memperoleh gelar akademik Sarjana Kedokteran (S.Ked) adalah 144 SKS, ditambah dengan Profesi sebanyak 16 SKS, sehingga Total Pendidikan dan Profesi Dokter pada FK Unswagati sebanyak 160 SKS yang tersebar dalam blok.

Kurikulum Sistem Integrasi dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) ini menggunakan blok yang tahap pembelajarannya berlangsung selama waktu tertentu tergantung dari beban waktu yang dihitung dalam mingguan. Sistem PBL yang digunakan adalah modifikasi system based oriented. Satu semester terdiri dari 3 sampai 4 blok. Satuan Kredit Semester yang diberlakukan dalam sistem PBL ini dibebankan dalam blok yaitu lamanya proses belajar (kegiatan blok) dalam satu minggu. Satu minggu sama dengan 1 (satu) Satuan Kredit Semester (SKS).




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.